Jaripers.id - Jambi - Era Society 5.0 adalah era yang ditandai oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat. Kemajuan teknologi ini membawa banyak peluang, tetapi juga tantangan. Untuk menghadapi tantangan di Era Society 5.0, diperlukan individu yang memiliki karakter yang kuat.
Salah satu tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah maraknya disinformasi dan ujaran kebencian. Disinformasi adalah informasi yang tidak benar atau menyesatkan yang sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu. Ujaran kebencian adalah pernyataan yang menyerang atau merendahkan seseorang atau kelompok berdasarkan ras, agama, etnis, atau orientasi seksual.
Maraknya disinformasi dan ujaran kebencian dapat menimbulkan dampak negatif, seperti keresahan sosial, memecah belah masyarakat, dan bahkan dapat membahayakan keselamatan jiwa. Pendidikan karakter menjadi penting untuk menghadapi tantangan ini.
Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang baik. Pendidikan karakter dengan membekali siswa dengan nilai-nilai luhur, seperti kejujuran, integritas, toleransi, dan empati. Nilai-nilai luhur ini dapat membantu siswa untuk dapat berpikir kritis, menyaring informasi, dan bersikap bijaksana dalam menghadapi disinformasi dan ujaran kebencian.
Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam pendidikan di era society 5.0. Pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam semua mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, perlu ada kerja sama yang baik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan karakter.
Vinni Rizky Darmawan Mahasiswa Jurnalistik Islam UIN Jambi
