Jaripers.id - Jambi - Upaya menekan angka kemiskinan di Kota Jambi kian diperkuat. Program Zcorner resmi diluncurkan di Taman Bajuran Budayo, dengan kehadiran langsung Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Achmad.
Peresmian ini juga dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, bersama jajaran OPD Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi.
Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, menegaskan dirinya sengaja hadir untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Ada 15 stan Zcorner di sini. Saya sudah melihat langsung bagaimana para pelaku UMKM menjual produk yang berbeda-beda, sehingga tidak saling bersaing,”katanya, pada Senin (02/03/2026).
Ia mengaku menerima laporan bahwa sejumlah pedagang bahkan mampu meraup keuntungan lebih dari Rp7 juta sejak berjualan di Zcorner. Menurutnya, capaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan zakat yang tepat bisa berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil.
“Zcorner ini harus terus dikembangkan di Kota Jambi. Dampaknya sangat terasa bagi pelaku UMKM kecil,” tegasnya.
Prof. Noor juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kepercayaan para muzakki (pemberi zakat) kepada Baznas. Dana zakat yang terhimpun disalurkan secara produktif untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau masyarakat ingat huruf ‘Z’ sebagai zakat, itu penting. Artinya, ada semangat berbagi untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan,” tambahnya.
Walikota Jambi, Maulana menyampaikan apresiasi atas dukungan Baznas RI dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menghadirkan Zcorner di ruang publik strategis.
“Kami sangat berterima kasih. Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi harus terus ditata, bukan hanya dari sisi wisata, tetapi juga peningkatan ekonominya,” kata Maulana.
Ia menjelaskan, Taman Bajuran Budayo yang dulunya dikenal sebagai taman remaja kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. Kehadiran Zcorner dinilai semakin menghidupkan kawasan tersebut.
Tak berhenti di satu lokasi, Pemkot Jambi juga telah mengajukan tambahan Zcorner di beberapa titik, seperti Kampung Batik, kawasan Terminal Rawasari, dan Gentala Arasy. Namun, pendataan pedagang akan dilakukan secara selektif agar bantuan tepat sasaran.
“Kami akan mendata terlebih dahulu pedagang yang benar-benar layak menerima bantuan ini,” tegasnya.
Gubernur Jambi, Al Haris, menilai program Zcorner sebagai langkah konkret dalam membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan.
“Insyaallah dengan adanya usaha ini, kehidupan mereka akan lebih baik. Kita sadar masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, ketika ekonomi keluarga membaik, dampaknya akan luas—mulai dari kemampuan memiliki rumah hingga menyekolahkan anak-anak.
“Kita dorong masyarakat yang mampu untuk bersedekah melalui Baznas. Semakin banyak yang menyalurkan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang bisa dibantu,” pungkasnya.
Jaripers.id (*)
